Kenali Penyebab Baby Blues Yang Bisa Terjadi Semenjak Kehamilan.

  • Whatsapp
Kenali Penyebab Baby Blues Yang Bisa Terjadi Semenjak Kehamilan.

Pada umumnya Baby Blues terjadi pasca melahirkan. Rasa cemas dan sedih berlebihan selalu menghantui para mama di hari ketiga hingga seminggu usah persalinan.

Akibat dari Baby Blues para mama dapat terganggu dari sisi psikis dan keselamatan buah hati.

Read More

Tapi jangan salah, sindrom Baby Blues ini juga dapat dialami oleh para ibu yang sedang hamil. Kok bisa sih?

Pematik Baby Blues masih sama yaita rasa cemas dan rasa takut yang mengakibatkan para calon mama menjadi stress dan depresi. Kesehatan janin dalam kandungan dalam kondisi ini bisa terpengaruh.

Mari mama bahas lengkapnya mengenai sindrom Baby Blues ini.

Apa Itu Baby Blues ? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kebahagiaan Ibu terasa meluap setelah si kecil lahir. Ya, si kecil yang sudah begitu lama dirindukan, yang selama ini hanya bisa disentuh dari luar perut Ibu, kini betul-betul bisa dipeluk, digendong, dan disusui. Ia begitu mungil, terlihat ringkih, sehingga Ibu sungguh jatuh hati dan ingin melindunginya.

Baby blues syndrome adalah perasaan yang sangat sedih di hari-hari setelah bayi lahir dan itu sangat normal. Baca selengkapnya untuk mengetahui apa penyebabnya dan bagaimana cara menghadapi blues syndrome.

Baby blues syndrome atau sindrom pasca melahirkan adalah sejenis depresi ringan yang dialami oleh Ibu yang baru melahirkan. Tak berarti Ibu harus mengalami baby blues, namun normal saja jika Ibu merasakannya. Konon 70-80% Ibu mengalaminya.

Baby blues dapat dimulai sejak minggu pertama setelah melahirkan dan umumnya bertahan hingga 2 minggu. Keluhan memang tidak terus menerus dirasakan, melainkan hilang timbul. Walaupun begitu, keluhan ini harus diatasi dengan baik agar tidak berkembang menjadi depresi pascamelahirkan (postpartum depression).

Mood Ibu juga berubah, menjadi sangat mudah tersinggung dan marah, padahal biasanya tak seperti ini. Ibu juga jadi sulit berkonsentrasi, sehingga melakukan berbagai kesalahan yang tak biasanya dilakukan. Semua orang menyarankan, “Tidurlah, kamu perlu beristirahat,” namun Ibu sulit memejamkan mata walaupun yakin si kecil telah pulas.

Memiliki bayi adalah perasaan yang indah, tetapi banyak Bunda tidak merasakan hal ini pada saat awal kelahiran. “Baby blues” juga dikenal sebagai postpartum blues atau postpartum distress syndrome, ini adalah perasaan emosional yang dirasakan Bunda setelah melahirkan.

Jika Bunda baru saja melahirkan dan merasa mudah menangis, mudah tersinggung, dan sedikit tertekan, kemungkinan Bunda mengalami sindrom “baby blues”.

Ragam Penyebab Baby Blues
Hingga saat ini, belum penyebab baby blues belum diketahui secara pasti.Hal ini dikarenakan hormon. Tubuh Bunda mengalami perubahan yang besar setelah melahirkan. Karena kelahiran itu sendiri, yang sangat melelahkan, dan kemudian susu (ASI) akan keluar.

Hormon yang dibutuhkan untuk melahirkan akan berkurang, dan hormon lainnya yang diperlukan untuk memproduksi ASI akan meningkat. Semua ini akan memberikan efek yang besar dari segi emosional Bunda.

Ditambah dengan adanya tanggung jawab baru untuk merawat bayi, merawat dan kesadaran bahwa hal baru ini akan membawa perubahan di hidup Bunda. Tidak heran beberapa wanita sedikit kewalahan dengan perubahan ini.

Namun, ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kondisi ini, di antaranya:

Baca Juga :  Apakah Yang Dimaksud Dengan Stimulasi Puting Dan Bagaimana Cara Stimulasi Puting?

1. Faktor Kelelahan Mengasuh Bayi Baru Lahir
Persalinan yang sangat melelahkan untuk Bunda, kemudian harus mengajarkan bayi untuk minum ASI. Kedua hal tersebut bukanlah hal yang dapat dilakukan bayi baru lahir bisa langsung menyusui, Bun!

Hal tersebut adalah wajar, kegiatan melatih si Kecil untuk menyusui harus Bunda lakukan. Meski menguras waktu dan tenaga. Bunda menjadi kurang tidur dan lelah. Banyak lagi hal yang harus Bunda lakukan untuk si Kecil. Belum lagi Bunda harus berlatih pada masa transisi tersebut dari fase kehamilan hingga fase menjadi ibu atau ibu menyusui.

2. Sakit Pada Payudara dan Demam
Penyebab selanjutnya ialah ketika ASI Bunda mulai bisa diproduksi. Payudara Bunda akan cepat membesar dan Bengkak. Bayi baru lahir akan menyusu sekali 2 jam. Bahkan lebih. Kebanyakan bayi mudah lapar dan haus dan menyusu lebih banyak.

Jika Bunda memiliki bayi yang sulit menyusu hingga timbul permasalahan pada payudara menjadi bengkak dan ASI tidak lancar. Tipsnya ialah segera pompa ASI Bunda dan simpan di penyimpanan yang steril.

3. Kesulitan Bunda dalam Beradaptasi
Bunda susah menyesuaikan diri. Tanggung jawab baru yang bertambah menjadi seorang ibu membuat Ibu yang baru melahirkan kewalahan.

Tadinya mungkin Bunda hanya mengurus diri sendiri, tiba – tiba sekarang harus mengurus si Kecil, yang mulai memandikan bayi, buang air kecil, mengganti popok, saat bayi haus, lapar, hingga menidurkan bayi.

4. Hormon Bunda Menurun
Hormon dapat menjadi faktor penting Bunda mengalami Baby blues pasca melahirkan. Ketika Bunda hamil, hormon meningkat atau naik. Akan tetapi setelah melahirkan, Bunda kehilangan banyak hormon.

Hal tersebut mempengaruhi kondisi tubuh Bunda sehingga mengalami sindrom baby blues setelah melahirkan.

5. Perubahan Fisik Tubuh
Ketika hamil Bunda menjaga makanan dengan sangat ketat. Tetapi ketika sudah melahirkan tidak menjaga pola makan.

Perubahan fisik tersebut menjadikan salah satu penyebab penting terjadinya baby blue setelah melahirkan.

Pola pikir seperti “makan apa aja supaya ASI Bunda lancar” harus diubah. Cara berpikir tersebut bisa membuat Bunda malah bertambah gemuk dibanding hamil.

Belum lagi ditambah adanya masukan dan omongan dari orang – orang seperti, “Setelah melahirkan Bunda bertambah gemuk ya?”, dan “Wow, Bunda sudah merasa senang ya, sampai bertambah gemuk begini.” Kata dan kalimat tersebut dapat membuat Bunda depresi hingga tertekan.

Perubahan hormon, seperti biasa, adalah yang paling disalahkan, dianggap sebagai penyebab utama baby blues. Berbagai macam hormon yang dibutuhkan saat hamil perlahan menghilang dari tubuh Ibu, digantikan hormon yang dibutuhkan oleh tubuh Ibu saat ini. Gara-gara perubahan hormon itulah emosi Ibu jadi campur-aduk.

Walaupun demikian, bukan hanya perubahan hormon lho yang menyebabkan baby blues. Perubahan kondisi Ibu juga bertanggung jawab sebagai penyebab. Yang tadinya hanya Ibu dan papa berdua saja, kini ada si kecil, yang tentunya membutuhkan tanggung jawab tambahan dan tumbuh-kembangnya kadang menimbulkan berbagai kecemasan. Belum lagi perubahan pada rutinitas harian Ibu. Yang biasanya memulai hari dengan mandi dan sarapan pagi, kini harus menambah panjangnya daftar dengan memasukkan aktivitas seperti menyusui dan memandikan si kecil. Relasi antara papa dan Ibu yang sebelumnya hanya sebagai suami dan istri, kini juga mengalami penambahan, sebagai papa dan Ibu. Semua perubahan ini membuat baby blues muncul.

Baca Juga :  Menyusui Disaat Ibu Terkonfirmasi Positif Covid-19?

Cara mengatasi baby blues syndrome :

1. Tubuh harus fit
Salah satu kunci untuk menghilangkan baby blues adalah tubuh yang fit. Ibu yang habis melahirkan mungkin masih kelelahan setelah melewati proses melahirkan yang panjang dan menegangkan. Oleh karena itu Ibu perlu lebih banyak beristirahat. Usahakan tidur setiap kali si kecil tertidur.

Hanya bisa tidur 10 menit? Itupun lebih baik dibandingkan sama sekali tak tidur. Perlu juga menambah vitalitas dengan cara mengasup makanan dan minuman bergizi. Ikutlah menghangatkan tubuh bersama dengan si kecil yang perlu dijemur, sambil sekaligus menghirup udara segar.

2.Kerjasama dengan orang lain juga amat sangat dibutuhkan
Janganlah menjadi supermom di saat-saat ini. Minta bantuan dari orang lain (bisa Ayah, ataupun asisten rumah tangga) untuk mengurus makanan dan kerapihan rumah, sehingga tak membuat Ibu lebih lelah. Jika ada tamu bertandang, minta bantuan papa atau nenek-kakek untuk menemui mereka, saat Ibu sedang beristirahat.

3. Jangan paksakan dan bebani diri
Jangan paksakan diri Anda untuk mengerjakan segalanya sendiri. Kerjakanlah apa yang sanggup Anda kerjakan. Bila Anda merasa kewalahan, baik dalam mengurus Si Kecil atau pekerjaan rumah, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang-orang terdekat yang dipercaya.

4. Berbagi cerita
Anda dianjurkan untuk bersosialisasi dengan ibu baru lainnya agar dapat bertukar cerita mengenai perasaan yang Anda alami. Namun, bila ini dirasa berat, Anda bisa memulai dengan menceritakannya kepada suami Anda. Lagi pula, suamilah yang berada paling dekat dengan Anda.

5. Olahraga rutin dan makan makanan berkualitas
Untuk membantu mengatasi baby blues yang dialami, Anda disarankan untuk berolahraga secara rutin. Olahraga tidak hanya dapat mengalihkan perhatian dan kekhawatiran yang Anda rasakan, tapi juga membantu meningkatkan mood dan kualitas tidur.

Yang harus dilakukan jika sindrom Baby Blues ini tidak berhenti?

Jika Bunda masih merasa sedih setelah 2 minggu, lakukan konsultasi dengan dokter karena Bunda kemungkinan mengalami depresi postpartfum. Gejala dari depresi postpartfum meliputi dibawah ini:

  • Sulit tidur
  • Cemas
  • Panik
  • Menangis secara tidak terkendali
  • Kurangnya minat/perhatian pada bayi
  • Depresi Postpartum juga cukup umum, jadi jangan takut untuk mencari bantuan.

Namun, jika keluhan yang Anda rasakan tidak membaik dan masih menetap lebih dari dua minggu setelah melahirkan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog agar keluhan tidak bertambah parah.

Perbedaan Baby Blues Syndrome dan Postpartum Depression

Antara Baby blues syndrome dengan postpartum depression atau depresi pasca melahirkan hanya terletak pada frekuensi dan lamanya durasi. Jika Bunda telah mengetahui tentang apa itu baby blues, penyebab dan gejalanya, maka begitu pula dengan Postpartum depression.

Perbedaannya ialah, jika Baby blues merupakan sindrom yang lebih ringan dan tergolong sangat normal terjadi. Bunda merasa kaget, dan perasaan khawatir serta cemas tentang merawat bayi baru lahir, apakah Bunda bisa menjadi ibu yang bertanggung jawab.

Sementara postpartum depression atau depresi pasca melahirkan akan berlangsung lebih lama, lebih kuat, dan lebih keras gejalanya. Bunda akan merasakan rasa sedih yang berlebih, cemas yang sangat dalam dari biasanya.

Demikianlah penjelasan singkat diatas tentang apa itu baby blues syndrome, penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

pinit fg en rect red 28

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *