Efek Menggunakan Kipas Angin Untuk Ibu Hamil

  • Whatsapp
Efek Menggunakan Kipas Angin Untuk Ibu Hamil Mamalife

Kita tinggal di Indonesia yang bernegara tropis dan hal tersebut mempunyai resiko yaitu panas, membuat kita gerah membuat ingin menggunakan kipas angin seharian, terutama disaat tidur semalaman karena kipas angin menimbulkan rasa nyaman dan adem.

Walaupun adem dan cukup membantu menghalau panas dan gerah dalam menggunakan kipas angin semalaman mendatangkan efek yang buruk bagi badan Mama.

Bahaya kipas angin saat tidur

Paparan angin dan efek dingin dari kipas angin yang terus menerus dengan waktu yang lama menerpa salah satu bagian badan Mama, ternyata dapat mengganggu kesehatan.

Gangguan kesehatan akibat penggunaan kipas angin

Dehidrasi

Mama akan kehilangan atau kekurangan cairan dalam tubuh juga menggunakan kipas angin berlebhihan, hal ini dikarenakan Mama berdiam diri dalam ruangan yang dingin terlalu lama.

Hipotermia

dr Wendra Ali, seorang ahli syaraf menjelaskan, selain dehidrasi penggunaan kipas angin juga bisa menimbulkan hipotermia. Seseorang yang berdiam dalam ruangan yang dingin serta dalam waktu yang cukup lama, maka tubuh akan mengalami kekeringan.

Hal itu dikarenakan udara dingin menyerap air didalam tubuh. Jika hal itu terjadi terus sepanjang malam, Mama akan merasa kehausan bahkan dehidrasi dikarenakan kelembaban tubuh Mama menurun.

Hipotermia merupakan kondisi dimana suhu tubuh menurun dengan drastis hingga di bawah suhu 35 derajat celsius. Pada umumnya suhu tubuh manusia yang normal adalah 37 derajat celcius.

Iritasi sinus

Udara dalam ruangan akan kering jika penggunaan kipas terus menerus. Udara yang kering merupakan penyebab selaput lendir yang terdapat di dalam rongga hidung menjadi kering.

Baca Juga :  Bayi Mama Sering Menangis Saat Pup? Kenapa Ya Ma?

Jika semakin kering, lendir dibagian hidung akan semakin banyak, efeknya adalah penyumbatan saluran pernafasan serta pada akhirnya berakibat iritasi sinus.

Asma

Pengunaan kipas angin untuk Mama yang mempunyai riwayat asma sebaiknya menjauhi bahkan tidak menggunakan kipas angin untuk menghalau panas.

Kipas angin yang telah lama tidak dicuci dapat menebarkan debu-debu. Hal ini tentunya dapat memberikan masalah bagi mereka yang alergi debu.

Debu yang ada disekitar ruanganakan dengan mudah tersedot oleh kipas angin Kipas angin menebarkan debu-debu yang ada di lantai dan debu-debu tersebut bisa betebaran dan bisa terhirup orang sekitar hal ini menimbulkan kembali gejala asma.

Imun tubuh akan berukurang

Kipas angin yang digunakan secara berlebihan dapat mengganggu metabolisme tubuh ibu hamil dan bayi yang dikandungan juga dapat merasakan kondisi tubuh mamanya.

Menebarkan virus

Kipas angin juga dapat menebarkan virus-virus yang telah tersemprot ke udara oleh orang yang tengah terinfeksi flu/infeksi saluran napas/paru misal TBC. Si pesakit sebaiknya menggunakan masker untuk menghindari menularkan virus ke orang lain.

Leher menjadi kaku

Pernahkah mama merasa kaku pada bagian leher saat bangun tidur? Jika iya, mama tidak hanya salah tidur tetapi imbas dari penggunaan kipas angin dari semalaman. Otot leher menjadi kaku dan kencang karena mendapatkan hembusan angin dari kipas angin walhasil disaat bangun tidur, leher Mama menjadi kencang, kram dan kaku dikala bangun tidur.

Ibu hamil apakah boleh menggunakan kipas angin?

Jika udara sedang gerah, tidak ada salahnya seorang ibu hamil menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan. Perlu diperhatikan juga bahwa kedua alat tersebut dibersihkan secara rutin, misalnya seminggu sekali supaya tidak menebarkan debu secara berlebihan.

Baca Juga :  Bahayanya Sindrom Bayi Terguncang atau Shaken Baby Syndrome

Mama harus memerhatikan selalu kebersihan kamar tidur, ruangan selama masa kehamilan Mama, hal tersebut berguna untuk mencegah infeksi kuman maupun bakteri. Biasakan selalu untuk meminum segelas air putih dipagi hari setelah bangun untuk mencegah dehidrasi.

pinit fg en rect red 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *