Mama Wajib Tahu, Cara Menggosok dan Merawat Gigi Yang Benar. Jangan Salah!

  • Whatsapp
Mama Wajib Tahu Cara Menggosok dan Merawat Gigi Yang Benar Jangan Salah MamalifeID

Apakah Mama mengetahu cara menggosok dan merawat gigi bayi dengan benar? Adalah hal positif apabila perawatan mulut dan gigi dimulai sejak dini. Para dokter gigi sangat menganjurkan untuk dilakukan sejak bayi dilahirkan. Gigi dan gusi yang sehat berperan sekali dalam kesehatan bayi secara menyeluruh.

Meskipun Mama sudah membersihkan dan merawat gigi bayi, Mama juga perlu mengajarkan untuk secara rutin menyikat, merawat giginya secara rutin hal ini agar anak dapat menjaga kesehatan, kebersihan gigi dan mulut secara mandiri kedepannya.

Sangat menggemaskan tentunya melihat pertumbuhan gigi baru satu persatu, walaupun giginya belum lengkap Mama wajib membersihkan secara rutin gigi bayi. Bakteri bisa saja muncul dan membuat bayi menjadi sakit. Kenapa perlu dilakukan sedini mungkin? Alasannya adalah bayi mengonsumsi ASI, dimana ASI tersebut mengandung gula alami.

Walaupun bersifat alami, gula yang terkandung di dalam ASI bisa saja tertinggal di mulut serta mengandung kuman maupun bakteri. Apabila Mama tidak membersihkan sedini mungkin dan terus berlanjur, sangat memungkinkan gigi bayi yang masih di dalam gusi bisa berlubang ketika tumbuh nantinya.

Resiko gigi bayi rusak apa sih?

Apabila gigi bayi rusak ketika dalam pertumbuhan, bayi akan memiliki resiko untuk kesulitan dalam berbicara yang menjadi kurang jelas dan kendala dalam mengunyah. Pastinya Mama tidak ingin buah hati mengalami hal tersebutkan?

Kapan waktu yang tepat untuk memulai merawat dan membersihkan gigi anak?

Umur 6 bulan adalah usia dimana sebenarnya perawatan dimulai dan usia gigi pertamanya tumbuh. Membersihkan dan merawatnya cukup dengan mengelap gigi menggunakan sapu tangan ataupun bisa menggunakan handuk kecil yang lembut.

Untuk menyikat gigi, para ahli kesehatan mempunyai pandangan yang berbeda. Sebagian para ahli menyarankan dimulai menyikat gigi sejak 4 gigi pertama bayi tumbuh. Tetapi para ahli lain menyarankan di usia rentang 2 hingga 3 tahun.

Sikat gigi untuk membersihkan pastikan berukuran kecil dan sikat gigi tersebut diciptakan untuk anak. Selalu biasakan untuk menyikat gigi dua kali sehari.

Baca Juga :  Efek Menggunakan Kipas Angin Untuk Ibu Hamil

Pada saat umur 3 tahun, dimana sudah bisa memegang bahkan menggenggam benda ringan, seperti sikat gigi. Mama sudah bisa untuk mengajaknya anak mama untuk memegang sikat gigi sendiri dan mengajarkan menyikat gigi sendiri tentunya Mama harus membantu dan mengawasinya, nyanyikan lagu kesayangannya supaya kegiatan menggosok gigi menyenangkan dan seru, sehingga anak akan terbiasa dan suka dengan aktifitas gosok gigi.

Lakukan di depan cermin. Cara efektif mengajari anak sikat gigi adalah di depan cermin, sehingga anak bisa melihat cara menyikat gigi yang benar.

Tidak lupa gigi bagian dalam dan permukaan kunyah gigi juga dibersihkan. Jika anak menolak, proses menyikat gigi bisa dilakukan oleh Mama atau Papa.

Dampingi selalu saat menggosok gigi hingga umur 6 tahun, setelah usianya melewati 6 tahun Mama bisa melepas untuk menggosok sendiri. Karena anak dibawah umur 6 tahun belum memiliki koordinasi yang baik saat gosok gigi.

Tips Merawat Dan Membersihkan Mulut serta Gigi Bayi

Gosok kedua kedua sisi gusi bawah si Kecil. Lakukan hal yang sama pada gusi atas bayi Anda. Dengan membersihkan seluruh gusi bayi, Anda dapat menghilangkan plak dan kuman yang menempel di dalam mulut bayi. Lakukan ini secara rutin dan penuh kesabaran.

Pilih jenis makanan

MPASI atau Makanan Pendamping ASI mulai dikenalkan sejak usia 6 bulan, pemberian MPASI adalah untuk memberikan kebutuhan nutrisi bayi. Tetapi Mama jangan asal ya dalam pemberian MPASI untuk bayi.

Pemberian makan makanan yang terlalu keras dan manis, karena hal tersebut bisa merusak gusi dan gigi anak Mama.

Periksa Gigi Bayi Ke Dokter Gigi.

Menurut American Dental Association dan American Academy of Pediatrics, bayi boleh melakukan pemeriksaan gigi pertamnya pada usia 1 tahun atau ketika gigi pertamanya muncul.

Rutin Ganti sikat gigi.

Jika bulu sikat sudah terlihat tidak teratur atau terlihat berantakan, hal tersebut sangat tepat untuk mengganti sikat gigi anak. Gantilah sikat gigi anak secara rutin dikurun waktu dua hingga empat bulan sekali.

Jangan gunakan sikat gigi yang sudah jatuh ke tempat kotor atau lubang kloset untuk menghindari kuman maupun bakteri yang menempel.

Gunakan pasta gigi non fluoride atau rendah fluoride, karena anak belum bisa meludah

Hindari menyusu dengan botol dalam waktu yang lama

Penggunaan botol untuk menyusu dalam jangan waktu yang lama sangat tidak dianjurkan.

Waspada terhadap gigi berlubang.

Mama harus memperhatikan gigi bayi, tanda-tanda awal apabila gigi bayi berlubang adalah perubahan pada warna serta terdapat lubang kecil pada permukaan gigi bayi. Jangan tunda untuk ke dokter gigi apabila Mama menemukan hal tersebut. Rasa nyeri dan tidak nyaman bisa timbul akibat gigi berlubang.

Baca Juga :  Bayi Mama Sering Menangis Saat Pup? Kenapa Ya Ma?

Konsumsi Makanan atau MPASI yang tepat untuk pertumbuhan gigi bayi.

Mama pastinya ingin memberikan hasil yang maksimal dalam perawatan gigi bayi. Mama juga perlu memberikan makanan untuk menunjang kesehatan gigi bayi dengan tepat agar hasil maksimal bisa didapat.

Jenis makanan untuk menunjang perawatan gigi anak antara lain ;

  • Buah dan sayur seperti pir, melon, apel, makanan ini mengandung lebih banyak air dan serat.
  • Keju, dapat menstimulasi air ludah yang berguna untuk membilas gigi dari sisa makanan yang menempel.
  • Berikan anak makanan yang mengandung tinggi kalsium seperti, susu, brokoli dan yoghurt
  • Pastikan anak minum air putih setelah selesai minum jus, soda, ataupun susu
  • Sebisa mungkin jangan berikan susu botol, susu formula, jus atau soda sebagai pengantar tidur anak.
  • Upayakan untuk memilih makanan yang tidak mengandung pemanis.

Bagaimana jika pasta gigi anak tertelan?

Mama pasti pernah bertanya dengan was-was dan cemas ” Pasta gigi tertelan bayi apakah aman?”

Para dokter anak mengatakan, tidak ada pasta gigi anak yang aman untuk ditelan, walaupun tertera atau menjelaskan aman apabila tertelan. Karena pada harfiahnya pasta gigi tidak disarankan untuk tertelan untuk balita bahkan dewasa.

Apabila bayi terus menerus menelan pasta gigi , terlebih yang mengandung flouride maka mempunyai resiko terkena flourosis. Dimana flourosis adalah kerapuhan pada gigi atau disebut juga peningkatan porositas pada email gigi.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk menggunakan pasta gigi?

Mama tidak perlu buru-buru untuk memberikan pasta gigi kepada anak. Anjuran diberikan oleh dokter gigi, pasta gigi boleh diberikan disaat anak sudah bisa meludah. Itupun pemakaiannya hanya dianjurkan sebesar biji jagung.

Cara membersihkan gigi bayi yang kuning

Gigi kuning pada bayi bisa timbul akibat tidak rutinnya membersihkan gigi serta bisa karena efek makanan dan minuman ataupun efek obat yang dikonsumsi anak.

Untuk itulah perlunya menggosok gigi secara rutin.

Sekarang Mama sudah tahu cara merawat mulut dan gigi bayi kan? Pastikan untuk melakukan yang terbaik, agar kesehatan gigi dan mulut si Kecil terus terjaga hingga dewasa.

Terakhir, Mama jangan lupa untuk mengajak anak ke dokter gigi untuk memeriksakan kondisi giginya dan meminta saran perawatan yang tepat.

pinit fg en rect red 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *