Bayi Mama Sering Menangis Saat Pup? Kenapa Ya Ma?

  • Whatsapp
Bayi Mama Sering Menangis Saat Pup Kenapa Ya Ma MamaLife

Normalnya, makanan yang dikonsumsi si kecil bergerak melalui usus besar. Lalu, usus besar menyerap air untuk membentuk feses. Gerakan otot (kontraksi) kemudian mendorong feses ke arah anus untuk dikeluarkan.

Ketika si kecil mengalami sembelit, gerakan otot usus besar biasanya terlalu lambat, sehingga feses pun bergerak sangat lambat. Akibatnya, feses yang keras dan kering bisa terasa sakit saat didorong keluar dan bayi menjadi lebih rewel

Masalah buang air besar (BAB), seperti sembelit atau konstipasi nyatanya juga bisa dialami oleh si kecil, lho. Ingat, masalah ini enggak boleh dianggap remeh, apalagi bila dibiarkan berlarut-larut. Lalu, seperti apa sih tanda si kecil yang mengalami konstipasi?

Nah, berikut tanda-tanda si kecil susah buang air besar :

1. Cek frekuensi pupnya, apakah ia tidak BAB minimal tiga kali dalam seminggu.
2. Cek apakah tekstur tinjanya, seperti keras meskipun frekuensi pup tidak berubah.
3. Cek apakah bentuknya seperti bongkahan-bongkahan kecil dan keras.
4. Cek ekspresi si kecil, ketika mengalami susah pup biasanya ia akan menjadi rewel dan menangis sambil mengangkat kakinya.

Apasih penyebab si kecil susah pup?

1. Kurang cairan
Dehidrasi atau kekurangan asupan cairan bisa membuat feses jadi kering. Hal inilah yang membuatnya sulit untuk dikeluarkan. Ada beberapa hal yang bisa membuat si kecil sulit menerima makanan dan minuman. Misalnya, kondisi mulut yang bermasalah seperti pertumbuhan gigi susu atau adanya sariawan. Di samping itu, kondisi, seperti pilek, infeksi telinga, ataupun infeksi tenggorokan juga bisa membuat si kecil menjadi malas minum.

2. Baru Diperkenalkan Makanan Padat
Bayi yang baru saja mengalami transisi dari hanya mengonsumsi cairan atau ASI ke makanan padat, terkadang bisa mengalami sembelit. Karena, sistem pencernaan mereka belum terbiasa dengan makanan padat di dalam lambung.

Baca Juga :  Masalah Pencernaan Yang Sering Dialami Oleh Si Kecil

3. Kondisi Tertentu
Dalam beberapa kasus, kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan konstipasi pada bayi. Misalnya, pada bayi usia di bawah enam bulan, beberapa penyebab sembelit umum terjadi karena kelainan organ saluran cerna sejak lahir, penyakit celiac, dan kadar kalsium terlalu tinggi dalam darah. Selain itu, penyakit, seperti hipotiroid dan kelainan sumsum tulang belakang bisa saja menjadi pemicunya.

4. Konsumsi susu formula berlebihan.
Berbeda dengan ASI, susu formula memiliki komposisi nutrisi yang berbeda, sehingga lebih sulit dicerna. Hal inilah yang menyebabkan tinja bayi menjadi lebih keras. Susu formula lebih lama diserap di dalam usus sehingga dapat menyebabkan sembelit. Bayi yang hanya mendapat ASI saja sangat jarang mengalami sembelit.

5. Porsi makan bayi yang terlalu banyak. Perlu diketahui pada bayi usia 6-9 bulan porsi makannya sebanyak 2 sendok makan orang dewasa sampai 125 mililiter. Sedang bayi usia 9-12 bulan porsi makannya sebanyak 125-250 mililiter. Meningkatkan porsi makan sebaiknya bertahap.

6. Naik tekstur terlalu cepat. Perubahan tekstur dari bubur lumat ke bubur yang lebih kasar harus bertahap untuk mencegah sembelit.

7. Kurang sumber lemak. Lemak selain sebagai pelarut vitamin, juga berfungsi untuk menambah berat badan bayi, melancarkan pencernaan, dan mencegah sembelit. Ibu dapat menambahkan minyak, santan, margarin, atau butter sebagai sumber lemaknya.

8. Kurang mendapat ASI. Walaupun bayi sudah mulai makan makanan pendamping, tetap berikan ASI semau bayi.

9. Kurang minum air putih. Berikan air putih setiap selesai makan secara bertahap. Air putih hanya boleh diberikan setelah bayi berusia 6 bulan. Air putih membantu melancarkan pencernaan dan membersihkan rongga mulut bayi.

10. Sembelit ini juga dapat menjadi tanda bayi alergi pada bahan makanan tertentu. Mama bisa amati makanan yang mungkin jadi penyebabnya.
Berikan menu yang sama untuk 3 hari ke depan. Agar jika ada alergi yang muncul bisa cepat diketahui penyebabnya.

Baca Juga :  Efek Menggunakan Kipas Angin Untuk Ibu Hamil

Beberapa hal yang bisa Mama lakukan untuk terapi secara mandiri di rumah :

1. Apabila si kecil belum bisa mengonsumsi makanan tertentu, maka pengobatan utama sembelit adalah memberikan ASI eksklusif. Cukupilah kebutuhan cairannya.

2. Apabila si kecil sudah lebih besar tetapi kurang dari 12 bulan. Mama bisa mengubah atau menghentikan asupan makanan tertentu. Cobalah untuk memilih jenis makanan yang kaya akan kandungan serat untuk membantu melancarkan pencernaan Si Kecil. Perbanyaklah asupan serat. Tambahkan lebih banyak serat ke dalam makanan jika si kecil sudah memulai makanan padat. Pilih sereal gandum yang mengandung lebih banyak serat. Jika Mama mulai memperkenalkan buah dan sayuran, berikan buah dan sayur yang kaya serat seperti plum dan kacang polong.

Pada usia ini, mengatasi susah pup juga bisa dilakukan dengan menggunakan pelembut tinja, harus sesuai dengan anjuran dokter. Pelembut tinja ini bertujuan untuk membantu mengeluarkan feses. Campurkan pelembut ke dalam susu bayi, dan berikan setidaknya tiga kali dalam satu hari. Penanganan sembelit akan berbeda pada bayi yang berusia di atas 1 tahun.

3. Pada anak yang berusia 1–2 tahun, penanganan bisa dilakukan dengan terapi duduk di toilet. Minta anak untuk duduk di toilet, meski tidak merasa ingin buang air besar. Duduk di toilet diharap bisa membantu merangsang keinginan untuk buang air besar, sehingga sembelit pada perutnya bisa diatasi.

4. Tekuk paha bayi anda ke arah perut. Gerakan kaki si kecil. Gerakan kakinya bolak-balik seolah-olah sedang mengendarai sepeda. Balikan bayi ke posisi tengkurap dan berikan mainan untuk mendorong mereka agar menggeliat dan menggapai. Aktivitas ini mendorong pergerakan usus

 5. Lakukan pijatan di bawah pusar atau dikenal sebagai pijat ILU dengan lembut selama 3-5 menit. Pijatan lembut ini dapat merangsang buang air besar.

 6. Hindari obat pencahar. Harus sesuai anjuran dokter terlebih dahulu.

pinit fg en rect red 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *