Tips Buat Mama, 50+ Cara Mendidik Anak yang Baik Dalam Keluarga.

  • Whatsapp
Tips Buat Mama 50 Cara Mendidik Anak yang Baik Dalam Keluarga.

Sejak kecil anak perlu diajarkan untuk bersikap patuh dengan cara yang baik. Berikut tips mendidik anak agar patuh sejak kecil di kehidupan sehari-hari.

Usia 0 tahun merupakan masa-masa yang kritis bagi perkembangan otak sang anak. Pada tahap inilah anak mengalami masa-masa keemasan dimana perkembangan otaknya terjadi dengan cepat dan pesat. Pada masa ini bahkan otak anak memiliki kemampuan untuk menyerap pengalaman-pengalaman baru lebih cepat dari anak yang berusia 3 tahun. Oleh sebabnya, Anda jangan sampai salah dalam mendidik maupun memberikan contoh-contoh bagi putra-putri Anda.

Setiap orangtua selalu berharap agar anak-anaknya tumbuh memiliki karakter yang baik, seperti sopan, ramah, bertanggung jawab, dan lainnya.

Sebetulnya, hal tersebut ditentukan oleh orangtua sendiri lho! Cara Papa dan Mama mendidik juga membimbing anak-anak membentuk sikap mereka dan itu akan dibawa sampai dewasa nanti.

Maka dari ini, berikut ini adalah langkah- langkah mendidik anak laki- laki yang baik sesuai kaidah parenting :

Biasakan Anak Mengakui Kesalahannya
Sejak dini, ajari anak untuk terbiasa mengakui kesalahannya. Kebiasaan yang ditanamkan ini akan terbawah hingga ia dewasa nanti.

Misalnya saat ia melakukan kesalahan, tanyakan apa yang ia lakukan, dan mengapa ia melakukannya. Jika ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf, cobalah memberi alasan mengapa hal itu sebaiknya tidak dilakukan tanpa langsung menyalahkannya. Selanjutnya, ajari ia agar tidak mengulanginya kembali.

Jangan Ajarkan Ia untuk Melempar Kesalahan
Tidak jarang orangtua mengajarkan anak untuk melemparkan kesalahan meski tidak disengaja. Terutama saat anak laki- laki mereka masih balita. Misalnya saja saat anak tersandung batu, biasanya dengan cepat orangtua menyalahkan batu sebagai penyebab anak terjatuh. Mulai dari sekarang, hindarilah melakukan hal tersebut. Cukup beri ia nasehat agar lebih berhati- hati sambil menenangkannya dengan memeluk atau menggendongnya.

Ajak Anak Melakukan Aktifitas di Luar Rumah
Banyak orangtua yang mencegah anak merkea bermain di luar rumah karena berbagai alasan. Misalnya saja karena panas, takut anak kotor, takut anak kulitnya hitam, dan lain sebagainya. Padahal, membiarkan anak bermain di luar ruangan dan sesekali membiarkan ia bermain hujan- hujanan atau bermain di lapangan yang becek dapat membantunya tumbuh menjadi anak laki- laki yang kuat dan Tangguh secara fisik.

Dorong Anak untuk Berteman dan Berinteraksi
Jika anak cenderung suka bermain sendiri, cobalah dorong anak untuk bermain dengan teman sebayanya. Terutama saat ia belum masuk usia sekolah, orangtua dapat mengajak anak untuk bermain bersama anak kecil seusianya di lingkungan sekitar. Dengan begitu, anak akan mempunyai kemampuan berinteraksi dengan orang lain dan akan membantunya untuk tumbuh menjadi anak yang ramah dan peduli pada orang- orang di sekitarnya.

Ajak Anak Membantu Menyelesaikan Pekerjaan Rumah
Jangan berpikir bahwa pekerjaan rumah tangga hanya untuk anak permepuan saja. Dengan mengajarkan pekerjaan rumah tangga kepada anak laki- laki akan mengajarkan anak menjadi sosok yang lebih bertanggungjawab di masa depan. Kelak saat dewasa nanti, ia dapat menjadi suami dan ayah yang lebih peduli dalam membantu istri melakukan pekerjaan rumah dan menjaga anak- anak.

Pekerjaan rumah yang bisa diajarkan kepada anak laki- laki bisa dimulai dengan pekerjaan yang sederhana, misalnya meminta anak membereskan mainannya sendiri atau membantu mengambilkan sapu saat ibu sedang bersih- bersih.

Ajari Anak untuk Berbagi
Sedari dini, ajari anak untuk berbagi kepada orang- orang di sekitarnya, Misalnya saja saat bermain bersama dan membawa kudapan, minta anak untuk membaginya pada teman- temannya. Saat dewasa nanti, ia akan tumbuh menjadi seorang anak yang mudah berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Jangan Membelanya Saat Salah
Saat anak bertengkar dengan temannya, biasanya banyak orangtua yang terlibat untuk membela anak mereka. Padahal belum tentu anak orang lain yang melakukan kesalahan. Cobalah untuk tidak reaktif saat anak bertengkar dengan temannya dan hindari untuk membelanya jika memang ia salah. Biarkan ia menghadapi masalahnya dan meminta maaf.

Jangan Pernah Membandingkan Anak
Setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing. Jadi, berhentilah membandingkan anak kita dengan orang lain. Membandingkan anak justru membuatnya sulit berkembang dan membuatnya minder dan kecewa. Coba lah untuk menghargai setiap usahanya agar ia terus berkembang lebih baik dari waktu ke waktu.

Dorong Ia untuk Berani Menyatakan Perasaannya
Tidak mudah bagi laki- laki untuk mencurahkan isi hatinya. Mereka cenderung menyembunyikan saat ia merasa sedih, kecewa, atau marah. Maka dari itu, orangtua perlu mengajarkan kepada anak bahwa menyatakan perasaannya bukanlah hal yang memalukan. Ajarkan ia keterbukaan sedini mungkin, termasuk dalam hal menyatakan emosinya dengan cara yang baik.

Beri Ia Ruang untuk Melakukan Hal yang Ia Sukai
Jika anak suka bermain musik, hindari melarang ia bermain musik. Jika anak suka bermain dengan sepak bola, cobalah untuk mendorong kemampuannya dalam bermain sepakbola. Dengan memberi ruang untuk melakukan hal yang ia sukai, orangtua telah membantu anak untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuannya.

Jangan Memaksakan Anak Melakukan yang Tidak Ia Inginkan
Seringkali orangtua memaksa anak melakukan yang orangtua inginkan. Mereka memaksa anak untuk mengikuti kemauan orangtua tanpa mendengar apa yang anak- anak inginkan. Dan akibatnya, anak akan stress, lelah, dan terancam kehilangan potensinya untuk berkembang.

Jangan Pernah Melibatkan Kekerasan
Beberapa orangtua tidak segan untuk mencubit atau memukul anak mereka saat anak- anak dianggap nakal atau melakukan kesalahan. Jika memang Ayah Ibu pernah melakukannya, maka hal ini harus diakhiri sesegera mungkin. Melibatkan kekerasan tidak akan membuat anak menjadi lebih baik. Sebaliknya, anak bisa trauma dan stress. Jika memang anak bandel, coba lah untuk memarahi secukupnya, dan beri ia nasehat tegas agar tak mengulangi perbuatannya.

Ajari Ia untuk Tidak Menunda- nunda
Untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan, ajari anak untuk tidak menunda- nunda dalam mengerjakan suatu hal. Misalnya saat ada PR sekolah, maka ia harus segera menyelesaikannya. Jangan menundanya dengan bermain game lebih dulu. Ajari ia mengerjakan tanggung jawabnya terlebih dulu sebelum memilih bersenang- senang.

Pelajaran Etika dan Kesopanan
Etika dan kesopanan yagn diajarkan sedini mungkin akan terbawa sampai ia dewasa nanti. Maka dari itu, selalu ajarkan anak hal- hal yang baik dengan memberi teladan. Saat anak mengenal dan menerapkan etika dan sopan santun dalam hidupnya, maka kelak ia akan menjadi pemimpin sukses di masa depan.

Memberikan Perhatian Kecil yang Sering Terlewatkan
Karena kesibukan dan aktifitas sehari- hari, tidak jarang orangtua melupakan pentingnya perhatian- perhatian kecil untuk anak. Cobalah untuk sering menanyakan apa yang ia alami hari ini, apa yang ia hadapi, dan sebagainya. Perhatian ini akan membuat anak sadar bahwa orangtuanya selalu melindunginya dan memperhatikannya.

Ajarkan ia Menghargai dan Menghormati Orang Lain
Menghargai dan menghormati orang lain juga penting untuk diajarkan kepada anak laki- laki kita sejak dini. Misalnya saja saat ada orang lain yang sedang berbicara dan anak menyela, tegur anak agar menunggu sampai orang tersebut selesai bicara terlebih dulu.

Ajari Anak Menyayangi dan Menghormati Ibunya
Seorang calon pemimpin yang baik di masa depan adalah sosok pria yang menghargai dan menghormati wanita. Itulah mengapa seorang anak harus diajari sejak kecil untuk menyayangi dan menghormati ibunya. Dengan menyayangi ibunya, makai a akan semakin mudah untuk menghargai wanita- wanita lain di sekitarnya.

Ajarkan Empati dan Kepekaan
Jika ingin anak Anda menjadi seorang pemimpin yang hebat di masa depan, ia harus dididik untuk menjadi peka terhadap keadaan di sekitarnya. Jika ada orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan, ajari anak untuk menawarkan bantuan dan membantu yang membutuhkan. Dengan begitu, ia akan tumbuh menjadi seorang anak yang mempunyai rasa empati yang tinggi.

Ajak Anak Terlibat dalam Lomba
Tidak ada salahnya untuk menyertakan anak dalam setiap ajang perlombaan. Aktifitas produktif ini dapat membantu anak menjadi lebih percaya diri. Meski begitu, jangan lupa Ayah Bunda mengkomunikasikan anak untuk terlibat dalam lomba yang memang ia inginkan. Hindari memaksakan kehendak hanya karena keinginan pribadi yang justru membuat anak stress.

Selalu Mendukung di Berbagai Kesempatan
Dukungan orangtua sangat berarti untuk memompa semangat anak. Selama kegiatan yang ia ikuti positif, orangtua sebaiknya memberikan dukungan terbaik untuk putra tercinta.

Membuat Peraturan Kecil di Rumah
Pemimpin masa depan harus menaati peraturan dan menjadi contoh untuk orang lain. Ketaatan pada peraturan dapat diajarkan sejak kecil dengan membuat peraturan kecil di rumah, dan minta ia untuk mentaatinya. Jika melanggar, tentukan sanksi yang akan diberikan untuk anak. Dengan begitu ia akan terlatih untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan taat aturan di masa depan.

Pelajaran Problem Solving
Saat anak bertengkar dan menangis saat bermain dengan temannya, orangtua sebaiknya tidak hanya serta merta menyelesaikan permasalahan itu sendiri. Sebaliknya ajari anak untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Sering melakukan ini akan melatih putra tercinta mempunyai skill problem solving yang baik di masa depan.

Hargai Pendapatnya
Bukan anak saja yang harus menghormati dan menghargain pendapat orangtua. Sebalinya, orangtua juga sudah seharusnya melakukan hal yang sama. Misalnya saja saat orangtua mengarahkan anak untuk mengambil jurusan A. Namun ternyata anak ingin masuk ke jurusan B. Gali lah apa alasan anak mengambil jurusan tersebut, dan jika memang akhirnya itu pilihan yang baik untuk anak, belajarlah untuk menerima dan menghargai pendapatnya itu.

Ajari Anak untuk Mengalah
Seorang anak biasanya masih mempunyai ego yang tinggi. Ia akan sulit diarahkan untuk mengalah terhadap hal- hal yang ia sukai. Misalnya saja saat bermain bersama sang adik. Seringkali anak yang lebih besar tidak mau mengalah. Jika ini terjadi, saatnya orangtua untuk mengajarkan anak mempunyai sifat pengalah agar mau berbagi dengan orang- orang di sekitarnya.

Ajarkan Nilai- Nilai Agama
Agama adalah hal penting yang harus dikenal anak sejak kecil. Ajarkan anak cara membaca doa, mengaji, dan melakukan kewajiban sesuai perintah agama. Dengan mempunyai bekal agama yang baik, anak akan menjadi seorang anak dengan kualitas akhlak yang baik.

Ajak Anak untuk Selalu Bersemangat dalam Menghadapi Harinya
Ajak dia untuk selalu tersenyum dan bersemangat dalam menjalani hari demi hari. Ada kalanya anak menjadi sangat moody, disinilah orangtua bisa mengambil peran lebih untuk mengembalikan senyum dan semangat anak.

Baca Juga :  Bayi Tengkurap, Proses Bayi Yang Tidak Boleh Terlewatkan

Selalu Berikan Motivasi
Motivasi diperlukan oleh siapa saja, tidak terkecuali anak- anak. Bahkan di saat anak terlihat tidak membutuhkannya, oragntua wajib untuk selalu memberikan kata- kata yang memotivasinya untuk melakukan tugasnya dengan baik.

Ajari Kejujuran Sejak Dini
Sifat jujur perlu ditanamkan sejak kecil. Jika ia melakukan kesalahan, dorong dia untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Saat dewasa nanti, bersikap jujur dan amanah terhadap kepercayaan orang lain akan selalu menjadi hal yang penting untuknya.

Ajari Anak Tanggung Jawab
Mendidik anak kita menjadi sosok yang bertanggungjawab berarti kita sedang mempersiapkan seorang calon pemimpin yang bisa diteladani. Misalnya saat anak melakukan sesuatu, ia menyadari bahwa apa yang ia lakukan memberi dampak terhadap orang lain dan ia perlu bertanggungjawab terhadap hal tersebut.

Hargai Jerih Payahnya Dalam Mencoba Hal Baru
Berhasil atau tidak, atau apakah hasilnya sesuai atau tidak, selalu tunjukkan pada anak bahwa jerih payahnya dihargai. Menghargai anak tidak selalu dalam bentuk hadiah, cukup tunjukkan dengan kata- kata yang manis dan mengapresiasinya.

Bagaimana jika jerih payah anak saat itu belum berhasil? Tunjukkan bahwa kemenangan bukan lah satu- satunya hal penting. Proses yang ia lakukan adalah hal yang tak kalah pentingnya.

Ajari Anak untuk Mengambil Keputusan
Saat dewasa nanti, seorang pemimpin diharuskan bijak dalam mengambil keputusan. Tentu saja ini menjadi salah satu point penting lainnya untuk diajarkan pada anak sejak kecil. Tidak perlu hal besar, cobalah mengawalinya dengan keputusan yang dibuat dalam skala kecil.

Misalnya saja saat akan berangkat sekolah, tanyakan padanya, “Kakak mau bekal makan siang apa?”

Mendidik dengan Ketegasan
Sayang iya, tegas juga harus iya. Saat anak melakukan kesalahan, maka diperlukan ketegasan dari orangtua agar anak tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tunjukan apa kesalahannya dan mengapa anak seharusnya tidak melakukan kesalahan tersebut.

Melatih Rasa Percaya Dirinya
Jika ingin anak- anak tumbuh menjadi sosok yang percaya diri, maka orangtua perlu menanamkan rasa percaya diri ini sejakkecil. Misalnya saat ada dalam pementasan sekolah, dorong anak untuk berkenalan dengan orang lain dan berani berinteraksi.

Jangan Terlalu Memanjakan Anak
Salah satu penyebab anak sulit menjadi pemimpin yang baik adalah karena ia terlalu dimanja dan tidak mandiri saat kecil. Memang harus diakui, rasa sayang terhadap buah hati tercinta memang harus ada dalam diri setiap orangtua. Namun memanjakannya berlebihan jelas bukan ide bagus. An

Pelajaran Sex Education
Sex education cukup penting untuk diterapkan dalam mendidik anak jaman sekarang. Untuk mencegah hal yang tidak kita inginkan sebagai orangtua, Pendidikan sex sebaiknya diberikan kepada anak- anak sedini mungkin. Beri tahu ia bahwa wanita dan pria itu berbeda, mulai dari cara berbicara, cara menggunakan pakaian, dan pilihan olahraga.

Berikan Kenyamanan
Hindari menjadi orangtua dengan image ‘galak’ di mata anak- anak. Saat anak- anak merasa orangtua mereka tidak memberi kenyamanan, maka mereka dapat mencari pelarian yang berakibat buruk untuk anak dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

Ajarkan Kesabaran dan Ketegaran
Beritahu anak bahwa masalah adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Hanya saja, masalah itu dapat kita atasi dengan baik saat kita tegar dan sabar. Dengan sikap positif itu, kita dapat mengatasi masalah dengan lebih baik lagi.

Menjadi Role Model untuk Anak
Orangtua adalah role model untuk anak, tak terkecuali anak laki- laki. Beri contoh kepada anak hal- hal baik mulai dari cara berbicara, hingga cara bersikap dengan baik. Jika orangtua selalu mencontohkan hal baik, maka 90% anak akan menjadi orang yang baik.

Kenalkan dengan ‘Gaya Anak Laki- laki’
Gaya laki- laki disini adalah kebiasaan- kebiasaan yang cenderung para laki- laki lakukan dan merupakan hal positif. Misalnya saja, anak laki- laki perlu dikenalkan dengan alat- alat pertukangan, mencuci kendaraan, bermain bola, memperbaiki genteng, dan lain sebagainya.

Ayah Juga Memegang Peranan Penting
Saat bicara tentang mendidik anak, rasanya hampir 75% ibu menjadi sosok yang paling pas untuk mendidik anak. Sedangkan sisanya adalah sosok ayah. Padahal, ayah mempunyai peran yang tidak kalah penting dalam mendidik anak, terutama anak laki- laki. Jika memang aktifitas telralu padat, cobalah untuk meluangkan waktu 1-2 jam setiap harinya atau weekend untuk bermain bersama putra tercinta.

Bersikap lembut dan tunjukkan kasih sayang yang tulus
Sebagai orang tua, selalu bersikap lembut kepada anak adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Sebab hanya dengan tutur kata yang lembut, seorang anak akan mendengarkan perkataan dari orang tuanya. Selain dituntut untuk bersikap lembut kepada anak, orang tua juga selayaknya memberikan kasih sayang yang tulus dan utuh kepada anak. Salah satu contohnya adalah dengan mengatakan kepada anak bahwa Anda sangat menyayanginya. Pelukan atau ciuman juga bisa menjadi penyemangat tersendiri bagi jiwa sang anak yang bisa Anda lakukan.

Jadilah pendengar yang baik dan berikan dukungan
Mungkin anak Anda pernah merasakan di olok-olok oleh teman sebayanya. Sebagai orang tua yang baik, cobalah untuk melakukan pendekatan agar si anak mau bercerita. Di saat seperti itu Anda dituntut untuk menjadi pendengar yang baik dan mampu mendengarkan semua keluh dan kesah si kecil. Ini adalah kunci sukses dalam membangun rasa percaya diri sang anak.

Berikanlah dukungan yang positif dan bekalilah ia dengan skill untuk menghindari olokan temannya serta kemampuan untuk bisa bersosialisasi dengan baik. Sebagai contoh Anda dapat mengajarkan anak Anda untuk menghindari sebuah ejekan dari temannya. Misalnya jika ada temannya yang mengatakan “Kamu jelek”, lantas jawaban yang paling tepat adalah “Biarin yang penting pinter”. Anak yang terbiasa mengolok-olok pasti akan merasa bosan dengan jawaban yang demikian karena ejekannya tidak ditanggapi dengan serius serta tidak mendapatkan feedback sesuai dengan yang ia inginkan, misalnya dengan menangis, mengadu atau marah.

Bangun kreatifitas dengan bermain bersama
Mengajarkan anak bukan berarti harus selalu membuat “peraturan-peraturan baru” yang tidak menyenangkan baginya, akan tetapi juga bisa dengan cara bermain bersama. Biarkan ia mempelajari sesuatu dari Anda dengan cara-cara yang jauh lebih menyenangkan seperti bermain, menari atau bermain musik bersama.

Hindari menggunakan kata “Jangan”
Inilah salah satu kesalahan yang kerap dilakukan oleh orang tua. Di saat anak tengah bereksperimen yang mungkin sedikit membahayakan, orang tua umumnya berkata “jangan” kepada anaknya. Sesungguhnya kata ini apabila terlalu sering diucapkan oleh orang tua kepada anaknya justru dapat berakibat negatif yang menyebabkan sang anak tidak berkembang kreatifitasnya. Untuk mengganti kata “jangan”, Anda sebaiknya menggunakan kata lain yang bermakna lebih positif. Contoh kasusnya seperti misalnya ada anak yang berlari, lalu bundanya berkata “Jangan lari!”. Sesungguhnya yang dimaksud sang bunda adalah “berjalan” saja akan tetapi sang anak tidak menangkap maksud ini. Jadi kalimat yang sebaiknya digunakan adalah “Berjalan saja” atau “Pelan-pelan saja” dan lain sebagainya.

Alternatif lain dari kata jangan yang sering diucapkan orang tua kepada anaknya,Tabel alternatif lain dari kata “jangan” yang biasa diucapkan orang tua kepada anaknya

Jadilah panutan dan idola untuk anak Anda
Pada umumnya setiap anak memiliki idola “superhero” di dunia imajinasinya. Namun di dunia yang sesungguhnya, ia juga pasti ingin memilikinya. Anda sebagai orang tua sebisa mungkin mencoba untuk menjadi apa yang diinginkan sang anak dan selalu bisa diandalkan. Salah satunya adalah dengan melakukan apa pun yang menurut Anda terbaik untuk bisa diberikan kepada putra-putri Anda.

Berikan rasa nyaman
Tumbuhkanlah rasa nyaman saat anak sedang bersama dengan Anda. Ajaklah untuk berdiskusi kecil di sela-sela kebersamaan Anda. Agar anak merasa nyaman, sebaiknya jangan menjadi yang merasa paling tahu segalanya sehingga membuat Anda terkesan mendominasi pembicaraan. Jadikan ia seperti seorang teman yang juga perlu untuk Anda dengarkan dengan baik dan penuh rasa simpati.

Tumbuhkan sikap menghormati
Ajarkan ia untuk selalu menghormati siapa pun orangnya, baik orang yang lebih tua maupun teman sebayanya. Hal ini penting untuk ditumbuhkan semenjak usia dini karena di kemudian hari saat ia dewasa ia dapat berlaku hormat kepada semua orang.

Ajarkan rasa tanggung jawab
Ajarkan dan ingatkan anak Anda untuk selalu memiliki rasa tanggung jawab terhadap dirinya. Misalnya jika telah tiba waktunya untuk sekolah, ia harus berangkat. Jika ia bertanya mengapa harus demikian. Berikanlah alasan yang bisa dipahami olehnya.

Ajarkan untuk meminta maaf
Meminta maaf atas sebuah kesalahan adalah tindakan yang mulia dan kesatria. Ajarkanlah anak Anda untuk mau meminta maaf untuk kesalahan yang mungkin ia lakukan terhadap teman sebayanya agar ia menyadari bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah tindakan yang kurang terpuji.

Jangan ditakut-takuti
Orang tua biasanya cenderung mengambil “jalan pintas” yang mudah. Selain berbohong, orang tua juga biasanya kerap menakut-nakuti anak agar anaknya mau menurut dengan segera. Ini adalah perilaku orang tua yang keliru karena selain bisa menjadi semacam trauma saat ia dewasa, hal ini juga mengakibatkan anak menjadi tidak mandiri sehingga dapat mengurung kreatifitasnya.

Jangan dibohongi
Sama halnya dengan ditakut-takuti, anak yang kerap dibohongi saat masih kecil akan menjadi terbiasa dengan kebohongan-kebohongan yang ditanamkan oleh orang tuanya. Saat nanti ia sudah besar, ia tentu akan menganggap berbohong adalah hal yang wajar untuk dilakukan karena semua orang termasuk orang tuanya juga melakukannya.

Jangan berkata keras dan mengancam
Banyak orang bilang anak itu tidak bedanya seperti kertas putih yang kosong. Baik atau tidaknya anak juga tergantung dari yang diajarkan orang tua kepadanya. Oleh sebabnya cobalah untuk sebisa mungkin menghindari perkataan yang keras, mengancam atau bahkan meneriaki sang anak. Apabila perilaku anak mungkin terkesan nakal atau bandel, cobalah untuk menahan emosi Anda dan katakan dengan lembut serta bijaksana.

Ajarkan keterbukaan
Disaat Anda memiliki waktu luang bersama dengan sang buah hati. Ajaklah berbincang dan cobalah untuk mencari tahu mengenai kesehariannya. Apa saja yang ia lakukan, apa yang membuat ia senang, apa yang membuatnya sedih atau bahkan yang membuatnya bersemangat. Dengan terbukanya sang anak, Anda juga bisa mencari mencari celah untuk dapat mengetahui sifat sang anak sekaligus menjadi inspirasi bagi orang tua. Orang tua yang baik dan bijak adalah orang tua yang dapat mengambil pengalaman dan pelajaran dari siapa pun termasuk dari anaknya sendiri.

Baca Juga :  Orangtua Harus Membangun Kedekatan Dengan Buah Hati? Menjalin Kedekatan Dengan Anak Untuk 'Investasi' Masa Depan.

Tunjukkan Contoh yang Baik

Tips mendidik anak yang pertama adalah dengan menunjukkan contoh yang baik. Memang tidak ada orang tua sempurna, tapi sudah seharusnya Anda dan pasangan memberikan contoh yang baik pada anak di kehidupan sehari-hari. Bila Anda ingin anak bertutur kata yang lembut dan baik serta bersikap sopan, maka Anda harus selalu bersikap yang sama sebagai panutan. Ingatlah jika orang tua merupakan contoh yang akan diikuti oleh anak hingga mereka dewasa.

Panggil Nama Anak

Saat memanggil anak juga sebaiknya dengan menyebut namanya, sehingga sang anak merasa dianggap dan dihargai oleh orang tua. Ketika menoleh dan memerhatikan Anda, katakan dengan baik apa yang diinginkan dari si kecil. Hindari untuk berteriak karena ini bukanlah cara mendidik anak yang baik. Bila kebiasaan ini dilakukan, malah membuat si Kecil merasa kesal dan takut terhadap Anda dan tidak mendengarkan perkataan Anda.

Bangun Kebiasaan untuk Mendengarkan

Cara mendidik anak yang baik perlu membiasakan diri untuk mendengarkan apa pun perkataan anak. Walau Anda memberi perintah kepadanya, tidak berarti Anda tidak mendengar alasan mereka. Bisa jadi anak sedang merasa lelah, sedang kesal dengan suasana sekolah, atau memiliki masalah dengan temannya, dan lain-lain. Bila Anda menunjukkan sikap mau mendengar keluhan mereka, akan membuat anak mendengar perintah Anda. Dengan mendengarkan anak juga akan membuatnya terbiasa mengemukakan pendapatnya.

Kenali Pemicu Emosi pada Anak

Orang tua harus tahu kapan dan penyebab anak sedang merasa kesal atau marah terhadap sesuatu. Jika ingin memberi perintah atau mengajarkan anak sesuatu jangan diwaktu-waktu tersebut ya. Jika anak sedang marah, coba berikan waktu untuknya tenang dan biarkan ia menjelaskan apa yang menyebabkannya marah. Barulah setelah anak merasa tenang, Anda bisa berbicara padanya, misalnya memberi perintah atau mengajarkan sesuatu.

Selalu Konsisten

Pola asuh yang diterapkan secara rutin dan konsisten akan membuat anak merasa lebih aman. Anak menjadi paham tentang apa yang diinginkan oleh Anda sebagai orang tuanya sehingga bisa bersikap lebih tenang ketika diberikan perintah. Contohnya, Anda melarang si Kecil untuk tidak menghabiskan makanannya secara berulang-ulang setiap hari secara konsisten, anak akan lebih memahami dan bersikap tenang untuk menghabiskan makanannya.

Sementara jika Anda tak konsisten, maka si kecil akan merasa bingung. Misalnya, hari ini Anda melarangnya untuk tidak menghabiskan makanannya. Sementara keesokan harinya Anda memperbolehkan anak untuk tidak menghabiskan makanannya. Hal ini akan membuat sinyal anjuran dan larangan yang membingungkan anak dan bisa memicu ia menjadi anak tidak patuh.

Jadi, lakukan berkali-kali, hingga Anak mengerti dengan perintah yang Anda berikan dan ia akan menyerap perintah dan belajar melakukan hal yang sama.
Berikan Hukuman yang Sesuai pada Anak

Kebanyakan orang tua merasa kasihan bila harus memberikan hukuman pada sang buah hati. Perlu dipahami, jangan takut jika anak akan berpikir memberi hukuman berarti Anda tidak sayang pada anak, tapi justru ini untuk menunjukkan sikap tegas dalam mendidiknya.

Hukuman yang diberikan jangan terlalu memberatkan, tapi hanya membuat si kecil belajar lebih patuh. Contohnya hukuman yang bisa diberikan pada anak adalah bawa si kecil ke kamarnya atau ke ruangan yang lebih privat. Lalu minta ia untuk diam selama lima menit di ruangan tersebut dan memikirkan apa yang telah ia lakukan selama beberapa saat. Anda juga bisa meminta anak untuk tenang dan berikan alasan mengapa ia tidak boleh melakukan kesalahan tersebut lagi.

Selain itu, jangan membentak atau memarahi si kecil saat dia tidak mau mendengar perkataan Anda. Ketika anak melihat Anda marah dan membentaknya, yang tertangkap hanya bentuk emosi Anda saja dan anak tidak akan mendengar apa yang Anda katakan. Jadi, tetaplah bersikap tenang dan tatap mata anak dengan lembut dan ia pun akan merasa jika orang tuanya memberi perhatian, bukan amarah atau emosi negatif lainnya.

Berilah Apresiasi dan Pujian

Tips mendidik anak yang terakhir adalah memberi apresiasi dan pujian bila anak berhasil melakukan sesuatu atau mengikuti apa yang Anda minta dengan baik. Dengan begitu, anak akan merasa lebih bersemangat dan termotivasi.

Menumbuhkan kasih dalam diri anak

Kasih merupakan salah satu nilai yang penting yang perlu anak-anak miliki. Secara alami, anak-anak memang akan menumbuhkan sikap mencintai, murah hati, dan penuh dengan kasih sayang. Namun, orangtua juga memiliki kewajiban menumbuhkannya.

Cara sederhana menunjukkan pentingnya kasih dalam diri anak, ialah dengan menujukkan betapa kamu mencintai anakmu. Papa dan Mama dapat menyatakan kasih mereka melalui hal-hal sederhana seperti; meluangkan waktu bersama anak, memperhatikan kebutuhannya, dan juga memberikan pelukan.

Menjukkan kasih sayang pada anak membuat mereka belajar cara menunjukkan kasih sayang dan mampu menerapkannya kembali pada orang-orang di dalam lingkungan sekitarnya. Membuat anakmu tumbuh sebagai pribadi yang penuh kasih terhadap sesamanya.

Membiasakan bersikap jujur

Bersikap jujur memang tidaklah sulit, namun bukan berarti itu mudah. Kejujuran ialah nilai kehidupan mendasar yang harus anak-anak pegang sedari kecil.

Sedari kecil, anak-anak perlu dibiasakan bersikap jujur dalam perkataan, perbuatan, dan perilaku mereka. Anak-anak yang jujur mampu mengakui kebenaran, meski terkadang hal tersebut berarti mereka akan menerima konsekuensi dan hukuman.

Orangtua dapat membiasakan anak bersikap jujur dengan cara memberikan kepercayaan dan pujian. Orangtua juga perlu memberikan contoh sikap yang jujur dan tidak berbohong di hadapan anak-anak.

Sebelum anak-anak berinteraksi dan berkenalan dengan berbagai macam orang di lingkungan masyarakat, mereka perlu diajarkan cara menghargai orang lain di rumah.

Sedari kecil, anak perlu ditanamkan pentingnya menghargai orang lain dan tidak bersikap egois. Si Anak tidak dapat selalu memaksakan kehendaknya, mereka juga perlu melihat kebutuhan dan kondisi orang-orang di sekitarnya.

Anak mama dapat memulainya dengan belajar menghormati anggota keluarga, terutama yang lebih tua. Biasakan anak-anak untuk memberikan salam, berbicara dengan sopan, juga menawarkan diri ketika ada orangtua atau saudara yang membutuhkan bantuan.

Menumbuhkan rasa tanggung jawab anak

Sampai dengan saat ini anak-anak pastinya tidak merasa memiliki tanggung jawab yang besar. Orangtua selalu memastikan kepenuhan dan kelancaran hidup mereka dengan sangat baik. Namun akan menjadi sangat berbeda ketika mereka dewasa kelak.

Sebelum terlambat, Mama dapat mendidik anak-anak untuk memiliki sikap tanggung jawab. Contohnya seperti mengajak mereka terlibat menentukan keputusan dalam keluarga, contohnya ialah memilih kegiatan berakhir pekan.

Mama juga memberikan tugas-tugas sederhana yang melatih tanggung jawab si Anak. Seperti membiasakan mereka merapikan kamar sendiri, menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri, atau ikut membantu membersihkan rumah bersamamu.

Mendidik anak bersikap sopan

Siapa yang tidak senang bertemu dengan anak yang mau menunjukkan sikap yang sopan? Sikap sopan perlu dimiliki anak-anak karena itu akan menjadi cerminan diri yang baik bagi anak mama.

Sikap sopan perlu dibentuk dari lingkungan rumah. Tidak perlu jauh-jauh, biasakan anak bersikap sopan pada Papa, Mama, kakak dan juga adik.

Anak yang sopan terbiasa memberikan salam ketika bertemu orang lain, Mengucapkan permisi ketika hendak lewat, mengucapkan terimakasih saat menerima sesuatu, juga mau meminta maaf ketika melakukan hal yang tidak baik. Anak-anak akan terbiasa memiliki sikap yang sopan ketika mereka selalu melakukan hal tersebut.

Mengenalkan anak konsekuensi dari perbuatan mereka

Setiap tindakan selalu membawa konsekuensinya masing-masing. Perbuatan yang baik akan membuahkan hasil yang baik, begitupun sebaliknya.

Anak-anak sedari kecil sebaiknya memahami hal tersebut. Orangtua perlu menetapkan beberapa konsekuensi atau sanksi bila anak-anak melanggar aturan yang telah ditetapkan. Seperti misalnya mereka perlu membantumu membersihkan rumah ketika mendapatkan tidak mengikuti ulangan dengan baik.

Pemberian konsekuensi ini sebaiknya tidak dilakukan dengan ancaman dan tindak kekerasan ya. Tindakan tersebut akan membuat anak merasa diatur terus-menerus oleh orangtua.

Menumbuhkan semangat rajin dalam diri anak

Sifat rajin dan semangat yang dimiliki anak-anak dapat membantu mereka melakukan berbagai kegiatan dengan maksimal.

Aktivitas yang dilakukan dengan penuh semangat akan membuat anak mama semakin rajin menekuninya. Belajar dan mengerjakan tugas dengan rajin membuat hal tersebut tidak terasa berat dan lebih cepat diselesaikan. Sikap ini perlu anak-anak miliki dalam kegiatan belajar mereka, agar dapat meraih prestasi yang membanggakan.

Orangtua dapat memberikan dukungan dan perhatian agar membuat anak-anaknya tetap bersemangat belajar dan memperjuangkan apa yang mereka cita-citakan.

Mulai mengenalkan anak sikap adil

Bertindak dengan adil sengatlah penting. Namun sayang, tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut dengan baik, masih saja ada orang-orang yang memposisikan kepentingannya lebih diatas orang lain.

Sikap adil sebaiknya mulai dikenalkan sejak anak-anak. Mama dapat mengenalkan sikap adil dengan tidak memberikan label pada anak. Namun, berikan mereka penjelasan mengenai sikap yang adil dan perlakukan mereka demikian.

Anak-anak perlu diperlakukan adil dengan tidak membedakan mereka dengan kakak atau adiknya. Ini membantu anak untuk memahami tindakan adil, dan terbiasa melakukannya di luar lingkungan rumah.

Ajarkan anak selalu menjaga lingkungan

Terakhir namun tidak kalah penting ialah mengenai lingkungan. Kita semua pastinya mengetahui akibat ketika tidak menjaga lingkungan dengan baik, sebut saja terjadi polusi atau banjir. Itulah mengapa anak-anak perlu dibiasakan menjaga lingkungan.

Berikan contoh anak-anak hal sederhana menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya. Mama juga bisa mengajak anak menanam tanaman atau bunga di kebun, Ini dapat membuat lingkungan terlihat lebih asri dan indah.

Oh ya, biasakan juga anak untuk membatasi menggunakan botol plastik. Ajaklah mereka untuk selalu membawa botol minum isi ulang ketika hendak berpergian.

Itu dia cara mendidik anak laki-laki calon pemimpin yang bisa Anda terapkan pada buah hati kesayangan Anda. Anda bisa melihat semua tujuan mendidik anak sangat baik, jadi tidak ada alasan untuk memanjangan anak sebagai buah hati kesayangan. Jika Anda menerapkan semua cara mendidik anak laki-laki calon pemimpin ini maka anak Anda bisa tumbuh dengan kepribadian yang baik.

Mendidik anak perempuan ataupun anak laki- laki, keduanya adalah tanggungjawab yang luar biasa untuk orangtua. Sayangilah anak- anak kita, dan didik mereka dengan cara yang sebaik- baiknya. Semoga artikel ini bermanfaat!

 

Tips Buat Mama 50 Cara Mendidik Anak yang Baik Dalam Keluarga 2

pinit fg en rect red 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *