- Advertisement -
HomeParentingRuam Kulit Pada Bayi

Ruam Kulit Pada Bayi

- Advertisement -

Bayi memiliki kulit yang sangat baru dan sedang mengembangkan sistem kekebalan tubuh. Kulit mereka begitu sensitif dan rentan terhadap banyak sumber iritasi atau infeksi.

Merupakan hal yang umum jika bayi mengalami ruam. Ada banyak jenis ruam yang dapat timbul di berbagai bagian tubuh bayi. Ruam ini biasanya sangat bisa diobati. Meskipun bayimu terlihat kurang nyaman, orangtua tidak perlu khawatir. Kondisi ruam kulit jarang merupakan keadaan yang darurat.

Namun sebagai orangtua, hal ini sangat penting untuk dipahami agar kondisi kulit bayi tidak semakin memburuk.

Yuk kita baca apa saja jenis penyakit kulit pada bayi yang paling umum, dan bagaimana cara mengatasinya.

Berikut informasi tentang ruam kulit pada bayi yang disadur dari berbagai sumber.

Apa penyebab ruam kulit pada bayi?

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan ruam kulit pada bayi, mulai dari membiarkan popok yang basah atau kotor terlalu lama, alergi terhadap bahan popok, sampai kepada infeksi ragi ataupun bakteri.

Kenapa kulit bayi tiba-tiba merah?

Saat baru lahir, bayi memiliki kulit  yang tipis halus dan sensitif sehingga rentan mengalami iritasi dan masalah kulit  lainnya, termasuk bintik merah. Ada beberapa kondisi yang dapat menimbulkan bintik merah pada kulit bayi, mulai dari suhu panas, reaksi alergi, paparan bahan kimia, hingga infeksi virus atau bakteri.

Berapa lama ruam pada bayi hilang?

Ruam pada kulit penderita pun umumnya sembuh dalam rentang waktu  ini. Namun, anak yang berusia lebih kecil, apalagi yang memiliki masalah dengan sistem imun, bisa memerlukan waktu penyembuhan yang lebih lama, yakni berkisar 2 hingga 3 minggu.

Ruam Kulit Pada Bayi
Ruam Kulit Pada Bayi

Bahayakah ruam merah pada bayi?

Bintik merah yang muncul pada kulit bayi umumnya tidak membahayakan. Namun, mama harus memperhatikan beberapa hal yang menandakan kondisi tersebut adalah serius.

Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika bercak merah pada kulit bayi mengalami perubahan.

Bolehkah bayi ruam mandi?

Saat si kecil sedang mengalami ruam popok, Mama boleh  memandikan bayi namun dengan menghindari penggunaan sabun pada area yang ruam.

Mandi busa juga dinilai menjadi pengobatan yang cukup efektif untuk menangani ruam popok.

Apakah ruam bisa hilang sendiri?

Ruam kulit dapat disebabkan oleh gigitan serangga, penyakit, reaksi alergi, atau efek samping obat dan produk perawatan kulit. Ruam kulit ada yang muncul tiba-tiba, ada juga yang muncul bertahap dalam beberapa hari.

Kebanyakan jenis ruam kulit hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam beberapa hari.

Bintik merah setelah demam turun tandanya apa?

Bintik merah pada kulit setelah demam juga dapat mengindikasikan gejala demam scarlet, yaitu gangguan kesehatan akibat infeksi bakteri Streptococcus grup A. Pada demam scarlet, bintik merah dapat muncul 1-2 hari sejak demam dimulai atau 7 hari kemudian.

Kenapa ruam kulit tak kunjung sembuh?

Penyebab ruam kulit yang tak kunjung sembuh bisa dikarenakan penyakit kulit  kronis, usia lanjut, gangguan saraf, atau penyakit-penyakit dalam, seperti gangguan ginjal dan hati (liver).

Apakah roseola itu?

Roseola adalah infeksi virus yang ditandai dengan demam dan kemunculan ruam merah pada kulit ruam merah yang muncul saat seseorang mengalami roseola disebut exanthem subitum.

Roseola sering menyerang bayi dan anak-anak dengan rentang usia 6–24 bulan, sehingga dikenal juga dengan sebutan roseola infantum. Ruam roseola biasanya muncul setelah demam sudah menurun.

Bentuk ruam ini terdiri dari bintik berwarna merah jambu, bercak atau benjolan dan akan memudar jika menekan gelas diatasnya. Ruam ini seringkali mulai tumbuh di bagian dada, perut, dan punggung, sebelum menyebar ke wajah, leher dan lengan.

Terasa gatal dan tidak nyaman. Biasanya memudar dan hilang dalam waktu 2 hari

Apa penyebab roseola?

Roseola disebabkan oleh infeksi virus herpes. Human herpesvirus tipe 6 (HHV-6) atau Human herpesvirus tipe 7 (HHV-7) adalah jenis virus herpes yang bisa menyebabkan roseola.

Walaupun sama-sama dari golongan virus herpes, HHV-6 dan HHV-7, tidak sama dengan jenis virus herpes yang menyebabkan penyakit menular seksual

Apa saja gejala roseola?

Gejala roseola biasanya muncul 1–2 minggu sejak virus tersebut masuk ke dalam tubuh.
Gejala yang muncul saat mengalami roseola adalah:

  • Demam tinggi dengan suhu >39°C selama 3–5 hari
  • Batuk
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Nafsu makan menurun
  • Kelenjar getah bening di leher membesar
  • Diare
  • Kelopak mata membengkak
  • Muncul ruam pada kulit (eksantema subitum) setelah demam mereda

Apakah roseola menular?

Roseola umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman.

Roseola disebabkan oleh infeksi virus herpes. Penularannya terjadi melalui percikan air ludah atau ingus dari penderita yang terhirup atau tertelan oleh orang lain.

Meski bisa menular, kecepatan penularan roseola tidak secepat penyakit infeksi virus lain, seperti cacar air atau campak.

Berapa hari ruam roseola hilang?

Roseola akan sembuh dalam waktu satu minggu setelah demam terjadi. Anak mama harus dibawa ke dokter jika sudah mengalami demam tinggi hingga lebih dari 39 derajat celsius dan lebih dari 1 minggu, ruam kulitnya belum hilang  setelah 3 hari, serta jika terjadi pada anak di bawah usia 6 bulan.

Bolehkah mandi jika kena virus roseola?

Mandi tetap dianjurkan karena kebersihan kulit harus tetap terjaga. Mandi  tidak akan berpengaruh pada jumlah bercak kemerahan yang ada.

Penanganan yang dapat mama lakukan pada saat anak terkena roseola antara lain: Banyak minum air putih atau ASI bila masih menyusui.

Apakah pengobatan roseola bisa dilakukan di rumah?

Pada umumnya, roseola tidak berbahaya dan tidak dibutuhkan pengobatan khusus untuk menanganinya.

  • Penderita roseola ini dapat melakukan perawatan mandiri di rumah
  • Beristirahat yang cukup
  • Minum air putih yang cukup
  • Mengompres kening dengan kain yang dicelupkan ke air hangat untuk menurunkan demam.
  • Selain itu, untuk meredakan demam dan nyeri, mama juga bisa menggunakan paracetamol sesuai dosis yang ada di kemasan obat. Namun, jika mama ragu atau anak tidak bisa minum obat,
  • Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kapan mama harus ke dokter?

Segera periksakan anak ke dokter jika ia mengalami demam tinggi yang tidak kunjung mereda bahkan setelah diberikan obat penurun panas, kejang, atau ketika ruam yang muncul tidak kunjung hilang.
Nah, demikian informasi tentang ruam dan juga roseola pada kulit bayi, jika artikel ini bermanfaat untuk mama, yuk bagikan informasi ini ke mama yang lainnya.

- Advertisement -

Top 5 Artikel

Exclusive content

More article